Proses Kegiatan Hacking

10 02 2010

Proses Kegiatan Hacking, Berikut langkah-langkahnya.

1. Footprinting intelejen awal tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan target yang dituju. Dengan cara ini seorang penyerang akan memperoleh profile / postur keamanan yang lengkap dari organisasi / jaringan yang akan di serang.

2. Scanning Scanning merupakan tanda dari dimulainya sebuah serangan oleh peretas (pre-attack). Pada tahap ini, peretas akan mencari berbagai kemungkinan yang dapat digunakan untuk mengambil alih komputer atau sistem dari target. Tahapan ini dapat dilakukan jika informasi yang didapat pada tahap reconnaissance mencukupi sehingga peretas bisa mencari “jalan masuk” untuk menguasai sistem. Berbagai peralatan (tools) dapat membantu seorang peretas untuk melalui tahapan ini.

3.Enumeration enumerasi adalah tahapan mendapatkan informasi dari korban seperti halnya dengan tahapan awal proses hacking hanya saja,Anda melakukannya dengan cara yang lebih aktif karena langsung menyasar korban Anda. Karena Anda langsung berhubungan dengan korban,tindakan ini sangat mungkin dicatat oleh firewall ataupun IDS sehingga dianggap sebagai tahapan yang cukup berbahaya untuk hacker.

4.Gaining Acces Gaining access juga dapat dikatakan fase penetrasi, dimana dalam fase ini hacker mengekploitasi kelemahan dari sistem yang sudah diketahui setelah melakukan kegiatan reconnaissance dan scanning. Hacker berusaha untuk mendapatkan hak akses, sebagai contoh : hacker berusaha masuk untuk mendapatkan hak akses sebagai administrator padahal hacker tersebut bukanlah administrator pada sistem tersebut.

5.Escalating Privilege Escalating Privilege. Bila baru mendapatkan user password ditahap sebelumnya, di tahap ini diusahakan mendapat privilese admin jaringan dengan password cracking atau exploit sejenis get admin, sechole, atau lc_messages.

6. Pilfering Proses pengumpulan informasi dimulai lagi untuk mengidentifikasi mekanisme untuk mendapatkan akses ke trusted system. Mencakup evaluasi trust dan pencarian cleartext password diregiatry, config file, dan user data.

7. Covering Tracks Begitu control penuh terhadap sistem diperoleh, maka menutup jejak menjadi prioritas.Meliputi membersihkan network log dan penggunaan hide tool seperti macam-macam rootkit dan file streaming.

8.Creating Backdoor Pintu belakang diciptakan pada berbagai bagian dari sistem untuk memudahkan masuk kembali ke sistem ini dengan cara membentuk user account palsu, menjadwalkan batch job, mengubah startup file, menanamkan service pengendali jarak jauh serta monitoring tool, dan menggantikan aplikasi dengan trojan.

9.Denial Of Service Bila semua usaha di atas gagal, penyerang dapat melumpuhkan sasaran sebagai usaha terakhir. Meliputi SYN flood, teknik-teknik ICMP, Supernuke, land/latierra, teardrop, bonk, newtear, trincoo, dan lainlain





KEMANA

9 02 2010

Pernahkah terlintas jemu…

Pernakah tersirat muak…

Akan semua kata-kata semu…

Akan semua syair-syair bersajak…

Kalau cuma ini tempat berbagi…

Kalau cuma ini tempat paling mengerti…

Kalau cuma ini tempat tak ada benci…

Kalau cuma ini tempat yang tak pernah mati…

Tapi mengapa kering dirimu kini…

Entah berapa coret belumpun sudah malah usai…

Tapi mengapa hampa dirimu kini…

Entah berapa suapan tak jua terpenuhi…

Tidak kah mengerti dirimu…

Batin lagi berkecamuk ribut kelu…

Tidak kah paham dirimu…

Jiwa menjerit kedinginan jadi beku…

Kau coba rangkai cinta…

Yang ada malah garis panjang di atas kata…

Kau coba rangkai rindu…

Yang ada malah 3 bait lalu mencari berlalu…

Kau coba coba merangkai perihnya luka….

Yang ada malah titik-titik,koma-koma…

Kau coba rangkai resah…

Yang ada malah prosa tak jelas…

Kemana perginya inspirasimu…

Kemana perginya Khalill gibran mu…

Kemana perginya Chairil anwar mu…

Kemana perginya Shakespeare mu…

Apa perlu dibakar di perabukan…

Lalu mengisi gelas kosong di khayalkan…

Apa perlu cambuk ini bicara…

Melukis bilur-bilur merah di setiap spasi…

———————————————————





MAAF KAN IMPIAN KU…

9 02 2010

Kaca kusam yang retak.

Kini hancur berkeping-keping.

Hebat derita yang memijak.

Sudah berserak masih jua di buang.

Kumpulan-kumpulan pecah yang disatukan.

Entah dosa apa yang telah diperbuat.

Hingga sepi,perih,luka slalu menjerat.

Cacilah sepuas ingin di hati.

Umpatlah dengan serapah kotor.

Agar tak bersisa amarah di hati.

Agar terkuras tak bersisa geram gemetar.

Yakinlah setelah itu semua akan menghilang.

Selayak cerita tak jelas kala tidur menjelang.

Hilang tak berbekas setitik pun jua kala pagi.

Bahkan bekas pun lenyap tak seinci. Salahku tak mawas diri.

Salahku tak bisa menahan hati. Salahku yang ingin berbagi.

Salahku,salahku,salahku…

Kini kaca besar telah ku pajang.

Buatku berkaca menilai diri. Agar semua tak berulang.

Diri ini yang tak pandai mengukur bayang-bayang diri.





JALANG

8 02 2010

Nalar ku menjalang

liar mencari persingahan

Nafasku yang terkecup secawan tadi pagi

Mengecap cumbuan tida henti

Maaf kan pada embun yang asyik masyuk dalam bercinta

Ku sebar benih tuk ku tingal pergi

Mesrai lah selalu jiwa-jiwa

Tanpa bersitatap telah berpuas melepas birahi

Merintih pagi semakin liar tak terkendali

Berpeluh sudah tak tertampung laut

Memeluk semua ingin di dekap erat

Maafkan pagi melepas rasa walau tak berhati





Iblis

5 02 2010

Iblis


Tanpa rasa ku goreskan
Yang tak pernah tahu rahasia di sebalik senja
Jangankan segumpal,setitik pun tidak
Sampai malam menutup semua bias
Iblis
Tak berasa ku menyebut
Yang tak kan pernah tahu rahasia akan bayang
Siapa mengikuti,didepan,dibelakang

Bahkan mentari pun latah ikut berdebat

Iblis
Tanpa dosa kulukis
Akan tempat yang menjadi ingin terbesarmu
Dengan tanpa hati ku mengunci kalbu
Walau ribuan pasukan mengacung pedang dengan sadis

Iblis
ku tahu kau mendapat anugrah sepanjang zaman,waktu,bahkan tarikan nafas sekalipun
Tak ada yang tanpa jejakmu
Tapi untuk yang satu ini
Senyum kelopak bibirku bagai ranum mawar terkembang
Berletih saja dirimu,dengan bercucur peluh seribu niat ingin tak kan kesampain,bahkan untuk mengintip sekalipun
Iblis
Diketika waktu itu
Kupancangkan bendera tak kuasamu pada langit,ku kibarkan pada bumi
Meratap,melolong saja dirimu,yang pasti acuh tak bergerak sedikitpun aku melihat

Iblis
diketika ku berkeluh kesah memadu hati,dengan sang pemilik jiwa
Segaris pun rahasia ni tak kan ku buka,tak pernah.

Iblis
malang mu tak berkesudahan
sampai masa ditutup dirimu slalu dalam murkanya.





Melukis bayang….

5 02 2010

Lentik jemari surya pulang merangkai.
Merangkai senja bersama hati.
Disulam jinga berias manik2 kristal.
Yang meluruh menaburkan talam bias akal.

Wahai pemilik cinta…

Terbuai pesona jiwaku tak henti.
Larut sedalam akan paparan yang tersaji.
Memang tegak ragaku tersampir disini.
Tapi jiwa ini lepas mengembara mencari arti.

Wahai pemiik jiwa…

Kudengar riuh mengalun slaksa rayuan.
Kepakan camar beriring buih-buih lautan.
Memutih langitku,memutih tepian pantai ku.
Mengharu biru selayak barisan bidadari memangil-manggil hatiku.

Wahai pemilik cahaya…

Tak inginku senja ini cepat berlalu.
Setidaknya untuk sekali ini saja pinta ku merayu.
Kubelum puas melukis dengan kanvas awanmu.
Akan bayang yang tak pernah mati di kalbu ini.





KABAR GAGAK

5 02 2010

Disebalik awan ,pintu-pintu langit merenggang segaris angin,berawal kisah dari kabar gagak-gagak hitam yang tak sengaja tersesat pada celah,tanpa hiruk terdiam pucat rontok sayap hujani bumi tak tertahan gemetar cipta air mata darah,paruh-paruh kokoh patah satu persatu,setengah paksa hempaskan ketanah tuk kabarkan pada kita….

Bidadari berpesta pora di atas sana,diantara luka-luka terkoyak,bercecer nanah berias darah,seka menyeka pada ranum bibir selembut sutra,kapas-kapas pun memerah,sedetik itumampu kalahkan rimbunanan mawar,bagai salju merah menghujani kaki-kaki langit,bernyanyi merdu,tak terhitung berdansa diatas bangkai-bangkai tubuh nista….

Malaikat-malaikat pun berbaris,menyambut karnaval terindah menjelang kiamat,tanpa topeng semu benggis bergaris kaku tanpa aura dengan ornamen pancangan kepala pada setiap mereka,dengan beragam mimik,berceran menguas rerumputan menghitam beku,tak cukup sudah jadikan pena mencatat pembangkang….

Sebelum habis,gagak-gagak sudah mengerang skratul maut,seakan IZRAIL tak rela kabar sampai pada kita,tapi secuil itupun sudah cukup mencekik leher,buat tak bernafas,akankah pintu hati nurani terketuk,akan semua dosa yang telah mendatangkan selaksa bencana….

Cukup sudah,cukup sudahi semuanya….
Bantai membantai….
Perang….
Tikam menikam….
Mangsa memangsa….
Sudahi saja sampai disini….
Karena di atas sana barisan bidadari sedang menanti korban yang akan diseret malaikat,yang selalu berbuat anarki di atas dunia….

SUDAHILAH……








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.