Sikap

2 06 2010

Bukanlah hal aneh melihat perangai zionis israel yang sedari dulu aku melabelkanya orang orang kutukan Musa,tapi adalah aneh dan selalu aneh bagi mata,fikiran dan hati ini meliahat perangai saudara seiman atau sesama muslim,coba kita lihat dan fikirkan secara jernih dari dulu bukan hanya kasus serangan militer israel terhadap warga sipil baru baru ini.

Masih kah kita inggat beberapa serangan nato kepada suadara kita. Di irak sana dalam dua periode,serangan NATO terhadap saudara kita di Afghanistan juga ribuan saudara kita yang terbantai di bosnia oleh pasukan serbia,atau malah di negara kita sendiri yaitu tragedi ambon dimana entah tak terhitung nyawa melayang dari saudara kita seiman.

Masihkah saudaraku,dan masih belum kering memory ini akan semua itu,masih sangat basah sekarang malah diperbaharui oleh zionis israel,dan lihat apa yang kita semua lakukan terhadap semua itu,hanya sekedar melaknat lewat kata kata biadap,ataulah demo,boikot,hanya itu tidak lebih.

Hebat ku persaksikan ini dari tahun ke tahun dimana kelaliman malah semakin menjadi jadi,coba hitung berapa banyak jumlah kita di banding mereka yang telah menikam,mencabik,memperkosa semua hak kemanusian itu,masih banyak terlalu banyak malah dibandingkan jumlah mereka.

Tapi mengapa hal ini selalu tergores dalam lembaran saudara saudara kita seiman,akan tragedi dan pembantaian berkelanjutan seakan tak pernah habis.

Dan aku melihat itu semua dengan hati bukan dengan logika dan fikiran,rasa yang kulihat menemukan satu kunci bahwa ukhuwah islamiyah diantara kita sedemikian lemahnya ibarat sebilah pedang yang amat tajam tapi sayang sudah terpotong potong,sehingga bukanya menuntut balas atas semua itu,tapi malah bermunculan para teroris yang menamakan dirinya mujahid pembawa panji ilahi tapi malah membom saudaranya sendiri,miris dan menjerit pilu hati ini ketika melihat itu semua,kenapa mereka para mujahid itu tak pernah mengempur israil yang telah menjadikan jalur gazza sebagai jalur darah dari genangan saudara kita seiman saat ini.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan. Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu bersatu karena nikmat Allah, sebagai orang-orang yang bersaudara; dan sebelumnya kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk” (Q.S. Ali Imran ayat 103).

Renungilah ayat ini saudaraku seiman renunggilah,maka kau akan merasakanya ini bukan dendam untuk membalas karena islam yang dibawa Rasullah SAW adalah agama rahmatan lilalamin,dan nyata dari firman Allah diatas kalau persaudaraan kita entah berada di hati mana terletaknya,sehingga para pembenci islam sedari dulu hingga hari kiamat esok yakni nasrani dan yahudi begitu leluasanya membantai saudara kita.

Mari kita perbaiki silahturrahmi hanya itu yang dapat membuat kita menghancurkan mereka dengan bersama sama.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.