AKU

28 02 2010

Semalam.

Tahan ditahan namun luruh akhirnya.
Redam diredam namun bergemuruh jawabnya.
Tepis ditepis namun kembali balik bertanya.

……………………………………………………

Setitik demi setitik rupa ini basah oleh linangan yang bergerak mencipta derai tak berkesudahan,sekecup demi sekecup ditampung cawan hati yang menadah meminta miris tiada henti,sebuai demi sebuai ayunan lara yang bergerak menurut ingin tiada spasi.

Tahan ditahan namun luruh akhirnya.
Redam diredam namun bergemuruh jawabnya.
Tepis ditepis namun kembali balik bertanya.

…………………………………………………….

Menikam bayang sudah beribu cabik kabut yang terserak ku minyaki dengan seikat kelu berkembang pilu merona kan semu rembulan pucat yang dipaksa bergaun darah yang tak menjadi ingin di setiap asa yang berpeluh sejuta bintang dipecah serakan menghujani hati.

Kencana malam dirantai.
Lonceng bergenta sahut menyahut intai.
Membelah debu dengan gengam mati.

………………………………………………..

Hunus kan hulu mawar yang telah disiangi siang bersama sketsa yang tak pernah sudah tak pernah kan jadi oleh jemari remuk berbalut kulit berisi cacahan daging membaur tulang setelah urat tak terpisah mana yang satu, mana yang dua.

Kencana malam dirantai.
Lonceng bergenta sahut menyahut intai.
Membelah debu dengan gengam mati.

…………………………………………………….

semesta telah menghujam ke akar jantung dan menguncang porak poranda seluruh denyut sampai nadi meminta digores dengan kata-kata pesona yang belum pernah dikatakan sebelumnya,hebat rayu prahara melukis badai diatas kanvas topan cipta utuh bayang mu yang tak mau beranjak.

Seteguk embun mengumpul cekat dikerongan.
Muntah berbuih saingi saljunya laut biru.
Bergumpal anyir menata setiap kias.

……………………………………………………………

Di muara mana aku ini,asing menyapa dalam senyum kaku surya memantulkan kuasa cahaya alami di hamparan samudra kala senja menjelang kelam memangku pelangi tak duga kala biasnya tak lagi hangat disapa bidadari.

Remuk.
Redam.
Luluh.
Lantak.

…………………………………….

Inilah aku seutuhnya.
Sapalah aku.

Sedini.
===================================


Actions

Information

2 responses

16 03 2010
dadangsadkar

Saya suka sekali sajak yang ini. kata-katanya liar dan penuh makna, juga penuh dengan metafora yang terasa pas. keep on writing…

2 06 2010
arur

makasih bg dah berkunjung ke blog sederhana ini
^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.