SAKSI MATI

25 02 2010

Hiasan curam senja telah berlalu duga.

Kemilau tajam menghujam semua cerita.

Berkata-kata pada tilam.

Menyeru pukau pada alam.

Seingin desir nalar dipedudukan pesangrahan.

Senyata utuh tutur meminta kecup di tepi cawan.

Menyisik debur melilit rambat akar.

Berpilin menyesak titik samapai puncak nadir.

Sabda alam terbentang hempasan usang.

Terjungkal keluar menyungsang.

Lidah patah tengah tak beruas.

Memucat dipeluk bersedekap sunyi merangas.

Sepi ujung jari di inaikan.

Mengucap ratap pinta dikembalikan.

kepada ilahi berpasrah utuh diri.

Akan kilasan silam berkelok penitian hari.

Kenangan taman karang kayangan dihulu ngarai.

Digemgam-mengemgam lemah jadi serpih mati.

Dikoral batu pijakan akar berayun.

Melambai cemas serunai risik lamunan.

Rangking bunda sepenanakan siang.

Tak rehat berpulang menyiang.

Putaran kincir air menampi air.

Memercik dahan teduh tak henti berzikir.

Ketika rembang petang di dangau marapalam.

Kaki-kaki singalang saksi mati hati ku padam.

Saksi mati hati padam di marapalam.

============================

23/02/010….

NGARAI SIANOK…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.